Posted by: devirahman | April 24, 2009

Emile Durkheim (1858-1917)

Durkheim lahir di Epinal pada tahun 1858 dan lazim dijuluki Bapak Sosiologi Modern. Durkheim dianggap sebagai tokoh yang dengan tegas melepaskan sosiologi dari jeratan ilmu psikologi dan biologi. Menurut Durkheim sosiologi pantas menjadi ilmu yang berdiri sendiri sebagai sebuah ilmu pengetahuan tentang masyarakat.

Lebih lanjut Horton dan Hunt (2006:17) menyebutkan bahwa Durkheim adalah tokoh yang memberikan suatu demonstrasi awal yang sangat penting tentang metodologi ilmiah dalam sosiologi. Dalam bukunya Rules of Sociological Methode yang diterbitkan pada tahun 1895 ia menggambarkan metodologi yang ia teruskan penelaahannya dalam bukunya Suicide (tentang bunuh diri) yang diterbitkan dalam tahun 1897. Dalam bukunya tersebut Durkheim berupaya untuk menerapkan metode yang telah dirintisnya dalam Rules of Sociological Methode untuk menjelaskan factor sosioal yang menjadi penyebab terjadinya suatu fakta social yang konkret, yaitu angka bunuh diri.

Selain itu Durkheim juga melihat bahwa setiap masyarakat manusia memerlukan solidaritas. Ia membedakan dua tipe utama solidaritas, yaitu: solodaritas mekanik dan solidaritas organic. Solidaritas mekanik didefinisikan sebagai suatu solidaritas pada masyarakat yang masih sederhana, dimana didalamnya didasarkan atas dasar persamaan dan belum terdapat pembagian kerja. Solidaritas organic didefinisakan sebagai suatu solidaritas pada masyarakat yang lebih maju, dimana didalamnya sudah terdapat pembagian kerja.

Lebih lanjut Mucchielli (dalam Giddens, dkk., 2004:45) menyebutkan bahwa Durkheim membuat bagan sosiologi total menjadi tiga tingkat yaitu: Pertama, Morfologi social, yaitu merupakan studi tentang dasar-dasar geografi kependudukan dikaitkan dengan organisasi social, di sisi lain juga merupakan studi tentang kependudukan, volume, kepadatan dan pengaturan tanah. Kedua, Fisiologi Sosial, yaitu merupakan manifestasi kehidupan social, dan sosiologi religius, sosiologi moral (keluarga dan pendidikan), sosiologi yuridis, sosiologi ekonomi, dan sosiologi seni. Ketiga, Sosiologi Umum, yaitu merupakan tujuan filosofis dari ilmu sosiologi dan merupakan ilmu yang menggambarakan mengenai sejarah masyarakat manusia.


Responses

  1. makasih banget kak informasinya, sangat menolong untuk tugas sosiologi saya

  2. Mkzi yha ..
    TLunk jga dunk , ,
    pembAgiAn sosiology mEnurud emile durkheim ..
    Susah bngd nyri.a..
    Thx ..


Leave a response

Your response:

Categories